Mereka pergi tanpa sebuah alasan yang jelas. Aku terkadang merasakan sesuatu hal yang menurutku tak baik ketika aku sedang berada dengan mereka. aku sadar aku bukan siapa siapa tapi toh, mengingatkan untuk sesutu kebaikan apa salahnya. aku terkadang berfikir kenapa mereka sampai tega seperti itu, hanya karea permasalahan yang sepele. ujar TOFAN dalam hati dan pikirannya sambil merenungkan kesendiriannya sekarang akibat teman temannya yang lain tak ingin lagi bersamanya.
Tak apa, mungkin ini adalah ujian untukku ,dan aku harus lebih baik lagi kedepannya. dan kita tak pernah tau rencana Allah SWT itu kedepannya. kesadaran akan diriku pun bertambah bahwa sebagaimana dijelaskan dalam kitab yang menjadi tuntunanku yang kurang lebih seperti ini,:"belum tentu orang yang merasa baik itu lebih baik dari orang lain yang dia rasa buruk dan belum tentu orang lain yang dianggap baik itu lebih baik dibandingkan dengannya, dan sesungguhnya dihadapan Allah itu kita semua sama dan yang membedakan disetiap orang itu hanyalah derajat taqwanya."
TOFAN kembali bergumam dalam pikirannya sambil berusaha menulis kerangka cerita dari hidupnya. tiba tiba ia teringat akan sesuatu perkara yang pernah ia dengar, bahwa semakin tinggi pohon menjulang akan semakin banyak pula angin yang menerpanya, hal ini berarti bahwa semakintinggi tingkat keimanan seseorang makan ia akan diuji untuk lebih meningkatkan keimanannya dan akan semakin banyak pula ujian yang akan dihadapinya, dan kapan ia mampu bertahan dari ujian itu dan mampu menjadiknnya lebih baik maka ia akan termasuk orang orang yang diberkahi kelak dan akan ditinggikan derajatnya.
mengingat hal tersebut TOFAN kembali semangat lagi dan memulai aktivitas sehari harinya lagi seperti biasa.
terlalu banyak hal uang bisa menjaddi pelajaran, tinggal kita yang mau menerimanya atau tidak
...........(bersambung)
Sabtu, 08 Oktober 2016
Selasa, 27 September 2016
Jendela Kemilau
Bilang Kau setia
Bilang Kau bahagia
Bilang Kau ingin miliki
tapi lagi tentang dirimu
aku risau dalam kalbu
gemetar dan lara hatiku
mendengar ucapmu
ternyata
kau tak mengerti imanku
bilang saja
ku salah tentangmu
bilang saja aku keliru
tapi diriku
jauh kumengerti tentangku
aku lupa
kau yang lupa
kita sama
kau yang anggap berbeda
iman itu
bukan mainan hasrat
tapi cinta yang kau lampiaskan
untuk sebuah hubungan
yang tak pasti ujungnya
menurutku itu hal yang tak wajar
ku tau itu
salah dimatamu
kuharap
kau paham dan mengerti rasaku
aku manusia biasa
juga lahiriah dengan cinta
tapi kan kuolah
hingga aku kira
semua tepat pada waktunya
sahabat
adalah jalan kita tetap bersama
jalan lebih baik dalam agama
sebelum siap memiliki selamanya
Jumat, 23 September 2016
Tentang Waktu
serpihan angin....
bertiup dipagi hari
aroma sunyi....
turut meliputi takdir ilahi
hawa dingin....
ikut mewarnai semesta ini
bila waktu
terus berjalan tiada henti
aku takut tertebas
saat ku diam
dan tak berkeinginan untuk lari
karena itu
harus kupacu
kuda kehidupan ini
agar....
waktu tak mendapatiku
dikala aku sedang letih
tapi...
bila dunia
tak dapat kucapai
esok, lusa atau hari ini
dengan genggaman
jari jemari mungil ini
aku harap
esok....
dikala detak jantungku
tiada terdengar lagi
disana....
angin tak membawaku
menjauh dari syurga ilahi
dan semoga
takdir itu
bila tak kucapai
ada pengganti
untuk menjadi yang terbaik
dan lebih baik
untuk negeri ini
genggam.....kan kugenggam dunia
gapai......kan kugapai akhir abadi
tempat berteduh
tiada masalah lagi
bahagia
jauh disana
adalah hal yang lebih pasti
Langganan:
Komentar (Atom)